Reader Yang Setia

Tuesday, November 2, 2010

4 Fakta Dan Mitos Tentang Shisha


Hanya karena prosedur dan alatnya lebih rumit, merokok dengan shisha sering dianggap lebih aman. Padahal selama yang dihisap adalah asap tembakau, racun nikotin tetap mengancam kesehatan .


Berikut 4 fakta dan mitos soal shisha.Shisha atau disebut juga hookah merupakan alat penghisap tembakau yang berasal dari India. Penggunaan alat ini populer di Timur Tengah, dan menyebar ke seluruh dunia.Bentuk alat ini mirip lampu minyak, dengan tabung utama yang terhubung ke sejumlah pipa penghisap.

Papan pemanas berisi bara api terdapat di bagian paling atas, berfungsi untuk membakar tembakau.Tabung utama biasanya terbuat dari kaca, dan berisi air sebagai filter. Karena filternya berupa air, maka muncullah anggapan bahwa shihsa lebih aman dibandingkan rokok filter.Dikutip dari Live Science, Senin (31/5/2010), sebuah penelitian di Inggris berhasil mementahkan anggapan bahwa shisha 400 kali lipat lebih berbahaya dari rokok.

Penelitian yang dilakukan tahun 2009 itu dimuat dalam American Journal of Preventive Medicine.Menurut penelitian tersebut, shisha justru menghasilkan asap lebih banyak dibandingkan rokok. Akibatnya, karbon monoksida (CO) yang terhirup lebih banyak dan bisa menyebabkan sesak napas.Kadar nikotin pada shisha juga tidak lebih sedikit meski difilter dengan air.

Secara umum risiko kesehatan yang dihadapi saat menghisap shisha sama besarnya dengan rokok biasa, termasuk kanker paru-paru serta gangguan kehamilan.Oleh karena itu, pikirkan sekali lagi jika masih menganggap shisha lebih aman dibandingkan rokok. Berikut ini adalah 4 mitos paling populer di kalangan pengguna shisha, dikutip dari Live Science, Senin (31/5/2010).

Mitos:

Shisha menghasilkan nikotin lebih sedikit dibandingkan rokok biasa.

Fakta:

Penelitian di atas membuktikan, shisha maupun rokok biasa menghasilkan nikotin dalam kadar yang kurang lebih sama. Kalaupun ada perbedaan, itu tergantung pada tembakaunya dan biasanya shisha justru menggunakan tembakau terbaik dengan kadar nikotin lebih tinggi.Mitos: Asap yang lebih tipis menunjukkan kadar racun pada shisha lebih kecil.

Fakta:

Asap yang tipis pada shisha disebabkan oleh kelembaban yang tinggi, karena adanya air. Kadar racun tidak terpengaruh oleh ketebalan asap.

Mitos:

Air di dasar shisha berfungsi sebagai filter racun.

Fakta:

Dalam jumlah sangat kecil, memang ada racun yang terjebak dalam air. Tetapi jumlahnya tidak signifikan untuk menekan risiko kesehatan yang bisa muncul.Mitos: Tembakau dengan rasa buah-buahan yang sering digunakan dengan shisha memberi manfaat bagi kesehatan.

Fakta:

Fungsi bahan perasa yang digunakan hanya untuk aroma, sedikitpun tidak memberi manfaat bagi kesehatan.

3 comments:

Zulfahmi Abidin said...

bahaha..sy sebagai perokok tegar.tetap hisap shisha.peduli la racun dan aroma penyegar tuh.hehe

Terkini:
1.Lupe Sampai Tak Ingat 
2.Beeppp..Beeppp....Beeppp

Anonymous said...

Ini masalah saya benar-benar dipecahkan, terima kasih!

Anonymous said...

Anda menyelesaikan beberapa poin di sana. Saya melakukan pencarian dengan tema dan menemukan sebagian besar orang akan memiliki pendapat yang sama dengan blog Anda.

Post a Comment

CLICK FOR DETAILS

================

Da L.O.V.E Story
♥-|✖|-♥"Ya Allah , kalau dia memang jodohku,
jodohkanlah... Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah jugak... Jika dia tidak
berjodoh denganku, maka jadikanlah kami
jodoh... Kalau dia bukan jodohku, jangan
sampai dia dapat jodoh yang lain, selain
aku... Kalau dia tidak bisa di jodohkan
denganku, jangan sampai dia dapat jodoh
yang lain, biarkan dia tidak berjodoh
sama seperti diriku... Dan saat dia
telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah
kami kembali... Kalau dia jodoh orang
lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan
ku.... Jika dia tetap menjadi jodoh
orang lain, biar orang itu ketemu jodoh
dengan yang lain dulu dan kemudian
jodohkan kembali dia dengan ku ...
"Amin...". hehehehe....♥-|✖|-♥